Rabu, 10 April 2013

Banjir Lumpuhkan Jalur Kaltim-Kalsel


Hanya Truk Besar yang Bisa Lewat, Antrean Kendaraan hingga 3 Kilometer
 
Rabu, 10 April 2013 - 08:59:26
|
Kaltim
|
Dibaca : 280 Kali
TERPARAH: Banjir yang terjadi di Desa Songka sempat melumpuhkan poros Kaltim-Kalsel. Tampak sejumlah lokasi yang masih tergenang banjir dan belum bisa dilewati kendaraan.
 
TANA PASER  -  Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Muara Komam dan Batu Sopang sejak Minggu (7/4) lalu,  sempat melumpuhkan jalan poros Kaltim-Kalsel. Ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa membuat kendaraan tak bisa melintas, sehingga diambil langkah mengalihkan jalur melalui ruas jalan tambang milik PT Kideco Jaya Agung (KJA).
 
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Kaltim Post, banjir cukup tinggi terjadi di Desa Songka,  Kecamatan Batu Sopang. Hingga sore kemarin, meski berangsur surut, namun hanya kendaraan besar yang berhasil lolos dari jebakan banjir.
 
Jianto, warga Batu Sopang mengatakan, sejak air Sungai Kandilo yang mulai meninggi pada Minggu malam, antrean kendaraan mulai mengular dari roda dua, roda empat hingga truk berbadan lebar. Antrean mencapai 2 hingga 3 kilometer.
 
Dikatakan Jianto,  banjir kali ini tergolong cukup parah lantaran mobil tidak bisa melintas hingga terjadi tumpukan kendaraan menuju arah Kalsel.
Secara terpisah, Kapolsek Batu Kajang AKP Nur Askin mengatakan, hingga siang kemarin antrean kendaraan sudah mulai berkurang. "Kendaraan besar sudah bisa lewat. Hanya kendaraan kecil dan motor saja yang masih berisiko melintas. Karena ketinggian sudah mulai berkurang setinggi atas lutut orang dewasa," kata Nur Askin via telepon seluler.
 
Dengan bantuan dari beberapa ormas dan juga TNI, jajaran Polsek Batu Kajang terus siaga mengatur lalu lintas. "Di lokasi sudah ada beberapa anggota untuk ikut mengatur arus lalu lintas," beber Askin.
 
Sementara itu, selain memutus jalur transportasi di Desa Songka Kecamatan Batu Sopang banjir juga menenggelamkan ratusan rumah di Desa Batu Butok, Dusun Kotep, dan Desa Muara Langon Kecamatan Muara Komam. Meski sudah mulai surut, bantuan terus diharapkan warga karena banyak bahan makanan yang rusak dan tidak bisa beraktivitas.
 
Banjir juga terjadi di Kecamatan Long Kali. Dari data yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Paser, ratusan warga di 4 desa juga dikepung banjir. "Akses ke lokasi bencana hanya bisa dilalui perahu. Ada 5 desa yang paling parah, diantaranya Desa Bente Tualan, Muara Pias, Munggu, Muara Toyu dan Sebakung Makmur. "Proses evakuasi dan pemberian bantuan terus kami lakukan dengan dibantu dari Kodim, Polres dan para relawan," kata Sutrisno, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Paser. (nan/ind)

Dikirim dari iPad saya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar